Selasa, 09 Februari 2021

CONTOH PROPOSAL LPDP JURUSAN BAHASA INDONESIA

 

PROPOSAL STUDI

Bahasa Indonesia terus-menurus menemui kebaharuan dan konsisten menjadi bahasa akademik dan wadah keilmuan. Salah satu tindakan mulia yang bisa kita lakukan untuk memupuk nasionalisme adalah memartabatkan bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa. Untuk itu, bahasa Indonesia adalah salah satu instrumen yang harus dijadikan sebagai instrumen perjuangan yang menarasikan peradaban Indonesia.

Bahasa Indonesia hadir sebagai fungsi pengembangan kebudayaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan serta teknologi, bahasa Indonesia menjadi perekat hubungan kebudayaan yang beragam. Tanpa bahasa Indonesia, tentu penyebarluasan kebudayaan Indonesia tidak begitu cepat dapat dinikmati oleh warga Indonesia. Permasyarakatan bahasa Indonesia harus dilakukan sejak dini dan secara kontinyu agar kecintaan terhadap bahasa Indonesia tetap hadir dalam sanubari kita. Oleh karena itu, negara Indonesia masih sangat membutuhkan pakar bahasa Indonesia untuk terus melanjutkan perjuangan bangsa dalam hal politik bahasa.

Bahasa Indonesia tidak bisa lepas dari aspek pendidikan kita. Bahasa Indonesia menjadi hal fundamental dalam keberlanjutan pendidikan kita selama ini. Hal itu, dikarenakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar baik dalam lingkungan formal maupun sebatas percakapan akademik. Bahasa Indonesia sebagai ilmu pengetahuan menawarkan ragam kajian dan riset yang sangat menarik untuk kita kerjakan. Bahasa Indonesia memiliki ruang yang cukup luas untuk bereksprimen dalam konteks ilmiah. Misalnya, aspek kebudayaan, keseniaan, tradisi, kebahasaan dan kesastraan itu sendiri, sungguh sebuah hal yang cukup menantang nalar kita.

Terkait konteks pembangunan Indonesia, bahasa Indonesia sejatinya adalah detak jantung kebudayaan dan pendidikan. Narasi ini semestinya selalu digaungkan oleh siapa saja yang mencintai bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia berhasil menjadi penunjang perkembangan bahasa dan sastra Indonesia atau alat untuk menyampaikan gagasan yang mendukung pembangunan Indonesia.  

Keterpilihan bidang studi Pendidikan Bahasa Indonesia untuk program magister tidak lepas dari apa yang saya uraikan di atas. Terlebih, ketertarikkan saya terhadap disiplin ilmu bahasa Indonesia saya manifestasi dengan cara menggelutinya di bangku kuliah. Hal itu saya bukti dengan belajar penuh ketekunan hingga saya mampu menyelesaikan studi hanya dengan 3.6 tahun. Mengantongi IPK 3.72 adalah pembuktian saya untuk memantapkan diri agar semakin pendalami bahasa Indonesia.  Pencapaian tidak lepas dari kecintaan terhadap bahasa Indonesia.

Atas dasar hal tersebut, saya memiliki keinginan besar melanjutkan studi untuk mengembangkan kemampuan dan pemahaman tentang ilmu lingusitik dalam memajukan pendidikan, seperti pengajaran bahasa dan kesusastraan. Selain itu, dengan memilih prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, akan semakin memantapkan saya untuk menjadi pembelajar Bahasa Indonesia yang baik.

Setelah melakukan riset di beberapa perguruan tinggi se-Indonesia, akhirnya saya menjatuhkan pilihan pada Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta sebagai perguruan tinggi prioritas. Saya berencana mengambil program Master Pendidikan dengan konsentrasi Pendididikan Bahasa Indonesia. Kampus ini terakreditasi A oleh Badan Akreditasi Nasional PT. Meski terbilang berumur muda, UNS  menempati urutan kesebelas dalam daftar 100 kampus yang diperingkat oleh kemenristekdikti. Selain itu, UNS berada di peringkat kelima kategori kampus ramah lingkungan versi UI Green Metric. Berdasarkan aspek tersebut, kampus ini tentunya menciptakan motivasi belajar tinggi dan juga tercatat memiliki 132 guru besar di berbagai bidang.

Terkhusus, di Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, UNS memiliki dosen-dosen yang berkualifikasi doktor dan 80 persen di antaranya bergelar profesor. Di samping itu, kurikulum Pendidikan Bahasa Indonesia di UNS sejalan dengan yang saya butuhkan; Kajian Kebudayaan, Kajian Kesusastraan, Kurikulum dan Pengembangan Materi Ajar, Evaluasi Pengajaran Bahasa, Pengajaraan bahasa dan sastra Indonesia.

Perguruan tinggi pilihan kedua saya jatuh pada Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, universitas yang telah melahirkan guru-guru berkualitas dan profesional. Universitas Pendidikan Indonesia pada tahun 2018 berada dalam urutan ke-13 kampus terbaik menurut Kemenristekdikti, terbaik kedua dari urutan kampus kependidikan dan keguruan berdasarkan hasil verifikasi fasilitas, sumber daya manusia, program kemahasiswaan, karir alumni, riwayat prestasi akademik kampus, dan sebagainya. Mengenai kurikulum, mata kuliah yang tawarkan tidak jauh berbeda dengan UNS. Adapun yang menurut saya relevan adalah metodologi pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia, evaluasi pemebelajaran bahasa dan sastra Indonesia, problematika pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia.

Perguruan tinggi pilihan ketiga saya jatuh pada Universitas Negeri Semarang (Unnes). Tidak kalah dengan perguruan tinggi lain, Unnes juga telah banyak melahirkan guru yang berkulaitas. Tahun ini, Unnes menduduki peringkat ke-6 perguruan tinggi paling diminati dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN) 2019. Kampus Unnes juga memiliki reputasi yang baik, terkhsus untuk program magister pendidikan bahasa Indonesia memiliki akreditasi A. Untuk pilihan mata kuliah yang relevan, Kajian Kebudayaan, Kajian Kesusastraan, Kurikulum dan Pengembangan Materi Ajar, Evaluasi Pengajaran Bahasa, Pengajaraan bahasa dan sastra Indonesia. Ketiga kampus tersebut adalah pilihan yang paling tepat untuk saya yang memiliki ketertarikan tinggi terhadap pengembangan bahan ajar pembelajaran bahasa Indonesia.

Kelak setelah menyelesaikan pendidikan S2 berkat bantuan LPDP, saya akan kembali ke kota asal yaitu Kabupaten Sinjai. Saya memiliki visi untuk memperkuat pemahaman siswa terhadap potensi yang dimiliki daerah melalui pembelajaran bahasa Indonesia. Terlebih, selama ini, belum pernah ada bahan ajar yang fokus pada daerah tertentu. 

Relevansi program studi yang saya pilih dengan kebutuhan institusi adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Bahasa Indonesia di asal institusi merupakan salah satu prodi yang familiar dan favorit, hampir setiap tahun secara signifikan meningkat. Hal itu, berimplikasi dengan kebutuhan tenaga pengajar yang perlu ditambah. Dengan begitu, disiplin ilmu yang saya pilih ini menjadi salah satu yang dibutuhkan untuk memenuhi kompetensi pengajar di kampus kelak. Ini sejalan dengan cita-cita saya untuk kembali menjadi pendidik di kampus asal saya, UNM.

Selain itu, untuk memenuhi cita-cita leluhur bangsa Indonesia sesuai UUD 1945 yang tertuang dalam alenia ke IV yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan ingin mengambil peran dalam kemajuan pendidikan bangsa, saya berkeinginan mendirikan lembaga pendidikan gratis namun  memiliki kualitas yang bagus, mengingat di kota asal saya Kabupaten Sinjai masih banyak anak-anak yang membutuhkan pendidikan akan tetapi memiliki ekonomi lemah. Setidaknya melalui hal sederhana ini, saya bisa berkonstribusi dalam pembangunan nasional dan sebagai wujud kecintaan saya terhadap bangsa Indonesia. Saya berharap, LPDP membantu saya mewujudkan impian saya. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar